Seketika air mata saya menggantung di pelupuk mata.
Sudah lama kami --saya, Rebel, dan ayahnya-- tidak pergi bersama. Saat saya merasa semakin jauh dari Rebel, saya sadar kalau saya harus merebut kembali perhatian Rebel. Hari ini kebetulan kami mendapat pemasukan dari hasil sablon kaos. Meski nggak banyak, tapi cukup untuk bisa mengajak Rebel jalan-jalan. Semua itu supaya keakraban kami kembali terjalin, seperti dulu, seperti saat nggak ada yang mengusik apapun yang mau kami lakukan.
Kami keluar rumah dengan tujuan utama tukang pangkas rambut. Saya ingin sedikit merapikan rambut ikal Rebel supaya nggak terlihat berantakan. Tapi ternyata tukang pangkas rambut itu tutup, mungkin masih dalam suasana libur natal dan tahun baru. Jadilah kami bingung nggak tau mau ke mana.
Kemudian saya teringat kalau saya harus mengantar surat penawaran ke salah satu plaza baru yang semakin berkembang di Balikpapan. Kami pun mengarah ke sana, sekalian jalan-jalan, melihat perkembangan pembangunan gedung-gedung baru dan tenant-tenant yang mengisinya.
Memasuki area parkir, kami pasti melewati pinggiran laut yang terletak tepat di belakang plaza. Tiba-tiba Rebel berteriak kegirangan, Wiiiihhh laut! Lauuuttt ayah! Bagus lautnya! Berkali-kali dia menyerukan kata-kata itu. Seketika air mata saya menggantung di pelupuk mata. Entah karena senang, terharu, atau sedih. Mungkin senang karena bisa membuat Rebel senang. Mungkin juga terharu melihat betapa ingatan Rebel tentang laut sangat mendalam. Mungkin juga sedih karena laut yang sedang dikagumi Rebel itu sebentar lagi akan tertimbun bangunan-bangunan kelanjutan dari plaza baru yang kian berkembang itu.
Nggak bisakah rencana pembangunan itu dibatalkan? Nggak terpikirkah oleh mereka, betapa banyak anak-anak kecil seperti Rebel sungguh mengagumi laut itu? Nggak taukah mereka dampak buruk kalau mereka tetap ngotot membangun gedung-gedung pencetak uang di atas laut itu?
Terbayangkah oleh kamu, apa yang mungkin terjadi saat gedung-gedung itu mulai ditanam di atas laut kita? Jangan diam saja! Ayo kita lakukan sesuatu agar laut itu tetap ada di situ. Agar tidak terjadi banjir akibat meluapnya air laut yang ditimbun gedung. Agar bumi tidak menjadi daratan semua akibat pembangunan-pembangunan gedung di pinggiran pantai. Agar kita masih punya tempat yang bisa menangkan pikiran disaat kita penat, mendengar debur ombak, berenang di pantai, memandang garis laut dan langit yang menyatu dengan indah, melihat burung terbang di atasnya dan ikan berenang di dalamnya.
Agar Rebel dan kawan-kawannya bisa terus berteriak, Wiiiihhh laut! Lauuuttt ayah! Bagus lautnya!








--
i'm a sinner, i'm a saint...i do not feel ashamed...
Joy
yaaaaa.......
--
i'm a sinner, i'm a saint...i do not feel ashamed...
--
i'm a sinner, i'm a saint...i do not feel ashamed...
--
~conquest-irken-ff GO READ CONQUEST IRKEN
Vasquez?
icon courtesy *Rhapsody13
--
i'm a sinner, i'm a saint...i do not feel ashamed...
--
~conquest-irken-ff GO READ CONQUEST IRKEN
Vasquez?
icon courtesy *Rhapsody13
Previous Page1234Next Page